Sistem Track and Trace sebagai Instrumen Pengawasan Distribusi Rokok Ilegal di Indonesia

Isi Artikel Utama

Muhamad Hariyadi

Abstrak

Peredaran rokok ilegal di Indonesia masih menjadi permasalahan krusial karena berdampak pada penurunan penerimaan negara, ketidakadilan persaingan usaha, serta risiko kesehatan masyarakat. Meskipun Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan peraturan pelaksananya telah mengatur pengawasan hasil tembakau, mekanisme pengawasan yang berlaku masih didominasi pendekatan konvensional dan belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan teknologi distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem track and trace sebagai instrumen pengawasan distribusi rokok ilegal di Indonesia serta membandingkannya dengan penerapan sistem serupa di Turki. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundangundangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki pengaturan khusus yang mengatur standar, kewajiban, dan mekanisme operasional sistem track and trace secara nasional, sehingga efektivitas pengawasan masih terbatas. Sebaliknya, Turki telah berhasil mengimplementasikan sistem Digital Tax Stamp yang terintegrasi secara hukum, teknologi, dan kelembagaan, sehingga mampu menekan peredaran rokok ilegal secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan sistem track and trace di Indonesia merupakan kebutuhan mendesak yang memerlukan reformulasi regulasi, penguatan integrasi kelembagaan, dan pengembangan infrastruktur teknologi guna meningkatkan efektivitas pengawasan distribusi rokok ilegal.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hariyadi, M. (2026). Sistem Track and Trace sebagai Instrumen Pengawasan Distribusi Rokok Ilegal di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(8). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i8.2856
Bagian
Articles