isparitas Korban dan Pelaku Tindak Pidana Wanita dalam Pandangan Viktimologi dan Kriminologi

Isi Artikel Utama

Joko Cahyono

Abstrak

Tindak pidana kekerasan terhadap perempuan yang terindentifikasi di masyarakat saat ini semakin meningkat bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, dalam hal ini telah dilakukan kajian oleh para ahli pidana di Indonesia baik kajian formil maupun materiil sebagai upaya menemukan indikasi penyebabnya. Bila dibandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya, maka saat ini lebih mudah terdeteksi terjadinya kejahatan terhadap Wanita. Salah satu contoh fenomatik adalah dengan majunya tehnologi saat ini hamper seluruh pergerakan yang tidak berlaku wajar atau luarbiasa selalu termonitor dan dengan cepat berkembang pada sosial media dan dengan segera pula penegak hukum meresponnya. Beberapa hal yang menarik untuk dikaji antara lain adalah sistem peradilan pidana yang berorientasi kepada pelaku tindak pidana menimbulkan rasa ketidak adilan dalam perlindungan hukum kepada korban kejahatan, yang mengakibatkan korban terutama kejahatan kekerasan dan kejahatan seksual yang mana masih cenderung menutup diri dan justru tidak memberikan laporan kepada aparat penegak hukum dan atau dalam kasus lain menolak untuk menjadi saksi dalam peristiwa kejahatan kekerasan seksual. fenomena ini menjadi penghambat bagi kelancaran proses penegakan hukum pidana yang akhirnya mempengaruhi keberhasilan upaya penanggulangan kejahatan secara menyeluruh dan dapat lebih jauh dengan kurang komperhensif pengungkapan kejahatan tersebut berakibat rasa disparitas.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Cahyono, J. (2026). isparitas Korban dan Pelaku Tindak Pidana Wanita dalam Pandangan Viktimologi dan Kriminologi. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(12). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i12.3022
Bagian
Articles