Representasi Pelanggaran Ham Akibat Korupsi dalam Film Dokumenter “Dirty Vote”: Analisis Kualitatif Perspektif Konstitusi
Isi Artikel Utama
Abstrak
Film Dirty Vote karya Dandhy Dwi Laksono yang dirilis menjelang Pemilu 2024 menjadi fenomena media alternatif dengan jutaan penonton dalam waktu singkat. Penelitian ini menganalisis representasi pelanggaran HAM struktural dalam film tersebut menggunakan pendekatan konstitusionalisme, teori HAM struktural Thomas Pogge dan ruang publik Habermas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis wacana kritis Fairclough, framing Pan dan Kosicki, serta semiotika Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dirty Vote mengungkap dugaan manipulasi regulasi, politisasi birokrasi, penyalahgunaan bansos dan mobilisasi aparat negara yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat dalam UUD 1945 serta berfungsi sebagai ruang publik alternatif dan mekanisme audit sosial kritis. Temuan tersebut menunjukkan bahwa film ini tidak hanya berfungsi sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai instrumen kritik politik yang memperluas partisipasi publik dalam mengawasi proses demokrasi.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.