Relevansi Nilai-Nilai Peradaban Islam dalam Proses Modernisasi Ilmu Pengetahuan, Sains, Teknologi, Seni dan Budaya
Isi Artikel Utama
Abstrak
Modernisasi ilmu pengetahuan, sains, teknologi, seni dan budaya telah melahirkan berbagai fenomena sosial, seperti pergeseran nilai moral, penyalahgunaan teknologi, tantangan etika, serta meningkatnya kebutuhan akan kebijakan yang mampu mengarahkan pemanfaatan inovasi secara bertanggung jawab. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak hanya memerlukan kemajuan teknologi, tetapi juga landasan nilai yang mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi nilai-nilai peradaban Islam dalam merespons fenomena sosial akibat modernisasi serta mengkaji kontribusinya terhadap pengembangan kebijakan di bidang ilmu pengetahuan, sains, teknologi, seni dan budaya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan dan pendekatan historis. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tauhid, keadilan, amanah dan kemaslahatan tetap relevan sebagai landasan etik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyusunan kebijakan publik. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengintegrasian analisis fenomena sosial, kebijakan publik dan nilai-nilai peradaban Islam dalam satu kerangka kajian hukum, sehingga memberikan dasar konseptual bagi pembentukan regulasi dan pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap modernisasi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan keberlanjutan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.